Tampilkan postingan dengan label Ikatan Guru Indonesia (IGI). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikatan Guru Indonesia (IGI). Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Juli 2018

Kanal Pelatihan

DESKRIPSI PELATIHAN IGI TAHUN 2018

1. SAGUSANOV (Satu Guru Satu Inovasi)
    Penanggung jawab: Abdul Kholiq (Jawa Timur) 

Gerakan satu guru satu inovasi mengajak guru membuat inovasi pembelajaran berbasis Android. Hingga awal 2018, bengkel Sagusanov telah berjalan selama 18 bulan, baik secara online maupun secara langsung di lebih dari 50 kabupaten / kota di seluruh Indonesia. Lebih dari 500 aplikasi sagusanov karya guru terpampang di Playstore. Lebih dari 1500 materi video dan tugas peserta sagusanov diupload ke
Youtube. Lebih dari 1570 member Sagusanov dan 13 kelas online di Telegram.

2. SAGUSAMIK (Satu Guru Satu Komik Pembelajaran)
Sagusamik adalah pelatihan membuat komik berbasis photografi dan storytelling. Komik ini bisa digunakan guru sebagai media pembelajaran di kelas. Sagusamik memberi keterampilan tentang teknik photografi, editing gambar, dan bercerita. Menggunakan aplikasi Comic life, guru dengan mudah bisa membuat komik dengan foto-foto hasil jepretan sendiri. Produk akhirnya bisa berupa komik cetak atau komik digital. Sejak Oktober 2016, Sagusamik telah meningkatkan kepada guru di lebih dari 50 Kabupaten / Kota di Indonesia.  
Penanggung Jawab: Abdul Karim (Semarang, Jawa Tengah)

3. SAGUSAKU (Satu Guru Satu Buku)
Sagusaku adalah pelatihan dan bimbingan bagi guru untukmenulis buku hingga terbit. Dengan menggandeng IGMP Bahasa Indonesia, workhshop Sagusaku telah dilaksanakan di 34 Kabupaten / Kota di Indonesia sejak Februari hingga Oktober 2017 dan telah menghasilkan ratusan judul buku. Selain itu, dari workshop ini juga telah melahirkan para trainer-trainer baru yang siap melatih guru-guru lainnya dalam membuka dan mengembangkan potensi guru dalam menuangkan ide dan kreativitas dalam tulisan. Workshop digelar dalam bentuk off-line serta bimbingan on-line selama tiga bulan bersama master coach Sagusaku hingga buku diterbitkan. 
Penanggung jawab: Nur Badriyah (Jawa Barat)

4. SAGUSABLOG (One Teacher One Blog)
    Penanggung Jawab: Amin Mungamar (Semarang, Jawa Tengah) 


Sagusablog adalah salah satu kegiatan pembuat media pembelajaran berbasis blog yang menarik, interaktif dan menyenangkan. Mengajak guru-guru Indonesia untuk memperkaya dunia internet dengan konten pendidikan, serta memberi informasi-informasi dari sumber yang bisa dipertanggung jawabkan. Proses pembelajaran dengan pola in-on. Satu hari pertemuan offline, 6 hari dipandu melalui chatting di kelas online telegram. Dilengkapi 10 modul dan video tutorial bersama tim pelatih Sagusablog. Sejak dilaunching pada bulan Oktober 2016 hingga akhir 2017, kanal ini telah melahirkan lebih dari 500 blog guru-guru Indonesia.



5. SAGUSAKTI (Satu Guru Satu Karya Tulis Ilmiah)
Kanal ini memberikan pelatihan kepada guru agar terampil membuat karya tulis ilmiah. Tulisan yang dibuat bisa berupa Penelitian Tindakan Kelas (KTI), Artikel, Jurnal dan lain-lain. Melalui Sagusakti guru dapat melatih pemikiran, menumbuhan etos ilmiah, memiliki keterampilan melakukan penelitian, membuktikan potensi dan wawasan ilmiah, sebagai wahana, transpormasi pengetahuan dan keluaran (hasil) karya tulis ilmiah ini bisa digunakan guru ini sebagai persyaratan kenaikan pangkat. 
Penanggung jawab: Hj. Noor Baytie, SH, M.Pd. (Kalimantan Selatan)

6. METODE MEETING BALING (Menulis Dengan Mulut, Mendengarkan Dengan Telinga)
Kanal ini dibuat untuk mendukung percepatan Gerakan Literasi Nasional (GLN), isinya tentang pembelajaran sebuah metode yang bisa merevolusi cara berliterasi, yaitu metode MENEMU BALING (Menulis dengan Mulut dan Membaca dengan Telinga). Dengan metode kebiasaan bertutur yang semula produknya hanya bahasa lisan kini langsung dapat diubah menjadi bahasa tulis. Setiap kata yang dituturkan akan diubah menjadi teks tertulis. Aktivitas membaca yang tidak terlalu kecil oleh orang Indonesia karena membutuhkan waktu khusus dan perlu banyak fokus, kini dengan metode membaca menjadi lebih asik dan dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Kebiasaan menyimak perubahan yang berubah secara revolusioner menjadi kebiasaan membaca.Ini karena dengan metode ini semua teks dapat diubah menjadi suara dan disimak atau dibaca dengan telinga. Di awal tahun 2018, IGI mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia, guru menulis dalam jumlah terbanyak dengan metode Menemu Baling. Tercatat 527
guru menulis secara online dan offline selama dua jam dan menghasilkan 436 karya “tulis” guru.
Penanggung jawab: Mampuono (Jawa Tengah)

7. SADAR (Sarasehan Dalam Jaringan) dan SIDARING (Diskusi Matematika Dalam Jaringan)
SADAR adalah ruang diskusi bagi seluruh guru Indonesia melalui video conference. Sadar menjadi ruang belajar yang murah, pemateri gratis, tanpa perlu surat tugas, hanya butuh kemauan dan jaringan internet yang stabil. Program kerjasama IGI dengan Seameo Seamolec ini menggunakan WebEx sebagai platform kegiatan. Sebuah aplikasi online yang dikembangkan oleh Cisco agar pengguna bisa saling berkolaborasi lewat gambar, video, dan suara dari mana pun secara lebih mudah. WebEx mengkombinasikan komunikasi lewat Telepon dengan tampilan di layar Komputer. WebEx dapat mengisi lebih dari 500 pengguna perangkat untuk bergabung pada ruangan yang disediakan.Pada jaringan internet yang stabil, WebEx memiliki kejernihan suara dan tayangan termasuk tampilan layar penyaji dengan mudah. SADAR sudah berjalan sejak 30 November 2016, dilaksanakan setiap Rabu Malam pada Pukul 19.15 - 21.15 WIB. Hingga akhir Desember 2017 sudah berjalan
sebanyak 44 Episode.
Penanggungjawab: Umi Tira Lestari

SIDARING lebih spesifik pada pengembangan kapasitas guru-guru Matematika seIndonesia.

Namun dalam perjalanannya juga bisa diisi oleh guru-guru non Matematika karena adanya permintaan peserta. Sidaring adalah kerjasama IGMP Matematika, Seameo Seamolec dan Casio, mulai dilaksanakan pada Tanggal 18 Februari 2017. Dilaksanakan setiap Jumat Malam pada Pukul 19.15 - 21.15 WIB. Hingga akhir Desember 2017, Sidaring sudah menjalankan 23 Episode. 
Penanggung Jawab: IGMP Matematika Indonesia

8. SAGUSAE (Satu Guru Satu Ebook)
Sagusae adalah salah satu sarana untuk mencapai Gapernas (Gerakan Paperless Nasional). Para guru diajari bagaimana membuat buku digital yang biasa disebut ebook. Buku pegangan guru, buku siswa, RPP, dll, menjadi ebook, sehingga bisa lebih praktis, hemat dan bisa diinstall di handphone android. Bisa di bawa ke mana-mana serta disebarkan ke pengguna smartphone android lainnya. Produk dari workshop SAGUSAE berupa file APK. File ini berukuran cukup kecil dan bisa langsung di-install-kan di smartphone android dan langsung dibuka seperti layaknya buku kertas. 
Penanggung jawab: Elyas, S.Pd. M.Eng. (DI Yogyakarta)

9. SAGUSAKA (Aplikasi Koreksi LJK One Teacher One Berbasis Android)
Sagusaka adalah kanal yang melatih guru memanfaatkan aplikasi android untuk mengoreksi LJK serta ujian siswa lainnya. Guru menggunakan berbagai macam aplikasi seperti Zipgrade, Plickers, TNMaker, Exam Reader, Shade Exam Checker, Easy Grader, Checkit Go, dan Paper Scorer sebagai aplikasi pendukung untuk mengoreksi LJK.  
Penanggung jawab: Dahli Ahmad (Jawa Barat)

10. SAGUDELTA (Satu Guru Dua Evaluasi Digital)
Sagudelta adalah alternatif membuat soal tanpa internet, tanpa LMS, dan tanpa membentuk kelas maya untuk melaksanakan ujian. Sagudelta bersifat mandiri dan dapat diedit. Produk Sagudelta berupa soal-soal beraneka jenis (bahkan bisa audio, dan video). Soal yang dibuat oleh guru lalu diujikan kepada siswa baik pada ujian berbasis komputer atau ujian berbasis android. Siswa dapat pula melihat sendiri hasil ujiannya, guru juga tidak perlu mengoreksi jawaban siswa karena sudah dikoreksi sistem. Tahun 2017 Sagudelta sudah meningkatkankan pada 17 titik secara nasional. Tahun 2018 sudah siap 200 orang trainer Sagudelta untuk diterjunkan melatih guru-guru di
seluruh nusantara.
Penanggung jawab: Khairuddin (DI Aceh Darussalam)

11. SAGUSAVI (Satu Guru Satu Video Pembelajaran)
Sagusavi adalah kanal pelatihan video pembelajaran berupa klip video atau film pendek berdasar dari materi pelajaran. Materi pelajaran yang dituangkan menjadi cerita, sinopsis, dan skenario untuk dibuat menjadi multi pembelajaran untuk siswa. Disebut multipembelajaran karena selain materi belajar, tidak langsung siswa juga belajar mencari ide cerita, menulis sinopsis, skenario dan bermain peran serta menjadi kameramen. Proses pengeditan dan penyelesaian menjadi tugas guru sebagai bentuk inovasi dalam menciptakan. Kecuali untuk jenjang SMA / SMK, siswa bisa diarahkan dan dilibatkan dalam proses pengeditan dan penyelesaian. 
Penanggung jawab: Widi Astiyono, S.Ag, M.Pd. (Jawa Tengah)

12. SAGUSAMEP (Satu Guru Satu Media Publikasi).
Sagusamep mewadahi guru untuk belajar dan terampil membuat media publikasi untuk sekolah atau untuk keperluan lainnya. Media publikasi yang dimaksud berupa majalah atau buletin sekolah, booklet, flyer, pamflet untuk profil sekolah. Menggunakan perangkat lunak Adobe Indesign dan photoshop, guru juga bisa mengembangkan lebih jauh untuk membuat media pembelajaran di kelas seperti membuat infografis, display, majalah dinding dan lain sebagainya. Selain menyiapkan wadahnya (media), guru juga diberi pengetahuan tentang konten konten media. Bagaimana teknik berita, feuture dan opini. Produk akhirnya bisa berupa media cetak maupun digital. 
Penanggung jawab: Abdul Halim, M.Pd.I (Kalimantan Selatan)

13. SAGUSARIF (Satu Guru Satu Kearifan Lokal)
Sagusarif adalah kanal pelatihan yang mengembangkan pembelajaran/budaya sekolah berbasis kearifan lokal. Kanal ini bertujuan melestarikan kearifan lokal dengan memasukkannya ke dalam pembelajaran atau budaya sekolah.  Pembelajaran yang berbasis kearifan lokal dapat berupa budaya sekolah, strategi pembelajaran, dan media pembelajaran. Guru dilatih untuk dapat mengidentifikasi dan verifikasi kearifan local; Mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran/budaya sekolah; Membuat skenario pembelajaran atau program sekolah berbasis kearifan local; Peerteching dan real teaching; Serta menghimpun seluruh produknya menjadi satu buku. 
Penanggung Jawab: Arnold Jacobus, M.Pd (Kota Singkawang, Kalimantan Barat)


14. SAGUSAGAME (One Teacher One Game)
Kanal Pelatihan Sagusagame akan melatih guru untuk membuat Game Edukasi yang akan membuat materi tersaji secara lebih menarik dan menantang karena disajikan dalam bentuk Game Edukasi. Game Edukasi yang dihasilkan dapat diakses melalui Laptop maupun PC dan dapat diakses melalui andorid setelah sebelumnya dipublish pada Scirra.com. Pelatihan Sagusagame sudah
berjalan sejak tahun 2016.
Penanggung jawab: Crysna Rhani Ningrum, S.Kom (Ponorogo, Jawa Timur).

15. SAGUSOFT 365 (Satu Guru Satu Akun Office 365)
Sagusoft 365 in with Microsoft untuk mengenalkan penggunaan Office 365 dalam pembelajaran. Microsoft Indonesia telah memberikan portal Office 365 secara gratis kepada IGI pada domain igi.or.id. Sehingga setiap guru bisa memanfaatkan Office 365 dalam pembelajaran, misalnya membuat kelas online, presentasi berbasis sway, konferensi video menggunakan skype untuk bisnis dan lain-lain. Kanal ini mendukung upaya Paperless and Borderless Classroom di Indonesia. Pada tahun 2017, Sagusoft 365 telah meningkatkankan di 9 titik kabupaten / Kota di Indonesia. 
Penanggung jawab: Tim MIEE (Pakar Microsoft Innovative Educator): Yuche
Yahya Sukaca (Jawa Tengah), Anastasia Moertodjo (Jawa Timur).

16. SAGUPASI (Satu Guru Paham Pendidikan Inklusi).
Sagupasi adalah kanal pelatihan guru untuk member pemahaman tentang pendidikan inklusif. Pendidikan inklusif adalah sistem layanan pendidikan yang mengikutsertakan semua anak termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) belajar di sekolah reguler tanpa diskriminasi. Bahwa setiap anak berhak memperoleh layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhannya. Sagupasi berupaya merubah pola pikir guru bahwa ABK berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak tidak hanya di SLB tetapi juga di sekolah-sekolah reguler. Memberikan pemahaman tentang layanan ABK mulai dari proses identifikasi, assesmen, profil dan layanan kompensatoris sesuai kebutuhan anak. Melatih guru dalam membuat perangkat pembelajaran yang yang inklusif, mulai dari silabus, RPP modifikasi dan Program Pembelajaran Individual. 
Penanggung jawab: DR. Rusnani, M.Pd. (Central) dan Nursyamsiah,
S.Pd. Pd (Sulawesi Selatan).

17. SAGUSABEST (One Teacher One Best Practice)
Kanal ini melatih guru untuk mampu menyusun best practice guru dalam pembelajaran. Best practice adalah suatu ide atau gagasan mengenai suatu teknik, metode, proses, aktivitas, insentif atau penghargaan (reward) yang lebih efektif dalam mencapai keberhasilan yang luar biasa, dibandingkan dengan tehnik, metode, proses lain. Ide atau gagasan dengan pengawasan dan pengujian yang sesuai, dapat memberikan hasil yang diharapkan dengan lebih sedikit permasalahan dan komplikasi yang tidak terduga.  
Penanggung Jawab: Rina Sugiartinengsih, M.Pd (Bekasi, Jawa Barat)

18. SAGUSAMOD (One Teacher One Learning Module)
Sagusamod adalah program literasi berbasis tablet dengan konsep satu guru yang mampu menghasilkan minimal satu modul pembelajaran. Modul pembelajaran yang dibuat tak terkalahkan dengan mata pelajaran yang diampu serta kondisi pembelajaran di daerah masing-masing. Pembuatan modul pembelajaran ini juga sebagai bentuk publikasi dan karya ilmiah guru. Hal ini selaras dengan pengembangan keprofesian berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kompetensi guru. 
Penanggung jawab: Heri Yudianto (Sidoarjo, Jawa Timur)

19. SAGUMANISAN (Satu Guru Mahir Penilaian Berbasis Android)
Sagumanisan adalah kanal untuk melatih guru menggunakan sistem layanan digital. Melalui pelatihan ini diharapkan guru mampu penyedia layanan berbasis android sampai mahir. Menggunakan aplikasi Plickers, zipgrade dan Class 123, maka guru mendapatkan hasil laporan serta analisisnya berbentuk file pdf dan excel.  
Penanggung jawab: Muntasir Hak, S.Pd (Pangkep, Sulawesi Selatan)

20. SAGUTABI (Semua Guru Terampil Bahasa Inggris)
Sagutabi adalah kursus terampil berbahasa Inggris yang dikhususkan pada guru-guru non Bahasa Inggris. Dengan durasi waktu pelatihan hanya 4 Jam, para peserta kursus memiliki kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara aktif. Sagutabi berupaya meningkatkan kompetensi guru non Bahasa Inggris dalam menggunakan bahasa Inggris secara aktif maupun pasif untuk pengembangan diri mereka baik yang terkait dengan perkembangan bidang studinya maupun informasi global secara umum. 
Penanggung jawab: Slamet Riyanto, M.Pd (Gunung Kidul, DI Yogyakarta)

21. SAMISANOV (Satu Minggu Satu Inovasi)
Samisanov adalah gerakan moral yang mengajak guru dan siswa serta masyarakat umum untuk selalu melakukan perubahan, inovasi dan kreasi setiap minggunya. Menginspirasi orang lain agar termotivasi lebih baik lagi kedepannya. Guru yang baik adalah yang mau berinovasi dan guru yang luar biasa adalah yang mampu menginspirasi siswa dan guru lainnya untuk lebih baik lagi kedepannya. Jika kita mampu membuat kondisi dimana hari ini harus lebih baik dari kemaren dan hari esok lebih baik dari hari ini maka itulah manusia yang beruntung. Samisanov hadir sebagai solusi menciptakan gerakan inovatif mengajak guru, siswa dan masyarakat umum menjadi sosok inovator. 
Penanggung Jawab: Aries Eka Prasetya, S.Pd. M.Sc. (Surabaya, Jawa Timur)

22. SAGUSABOT (One Teacher One Learning Boat)
Sagusabot adalah saluran pelatihan IGI yang diadakan secara online (online) dan offline (offline). Pelatihan Sagusabot bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam membuat Kapal Pembelajaran Berbasis Aplikasi Telegram. Bahan sagusabot adalah: 1). Grup Telegram, 2). Selamat Datang Bot, 3). Bot Gedebug, 4). Bot Animasi, 5). Stiker Bot, 6). Bot Polling, 7). Bot Menggunakan Manybot, 8). Kuis menggunakan Quanbot. 
Penanggung jawab: DR. Lord Basman, M.Pd. (Sulawesi Selatan)

23. SAGUSADO (Satu Guru Satu Peri)
Sagusado melatih guru agar mampu membuat dongeng serta membawakan dongeng (mendongeng). Mendongeng dapat menghilangkan kejenuhan siswa dalam proses belajar mengajar serta membuat suasana kelas menjadi bergairah dan bersemangat. Dongeng tidak hanya sebagai pelengkap, dongeng juga bisa menjadi sarana dan media penyampai materi pembelajaran. Hasil karya guru berupa kumpulan cerita dongeng ini kemudian bisa dibukukan sebagai karya literasi guru. 
Penanggung Jawab: Muh. Syukur Salman, M.Pd (Pare Pare, Sulawesi Selatan)

24. SAGUSAKUPAT (Buku Paket Satu Guru)
Sagusakupat anggota pelatihan kepada guru tentang bagaimana cara membuat buku paket. Buku paket adalah sebuah buku yang digunakan murid sebagai panduan akivitas pembelajaran untuk memudahkan siswa dalam menguasai kompetensi tetentu. Guru yang mempunyai komperensi menulis Buku Siswa sebagai bantuan pembelajaran, dipastikan ia akan menguasai kompetensi propfesional. Karena ia akan menguasai konten atau materi, bahkan model pembelajaran serta produksi yang akan dilakukan dalam pembelajaran. 
Penanggung jawab: Hasim Muhammad

25. SAGUSAPIJAR (Satu Guru Satu Metode Permainan Dalam Belajar)
Sagusapijar merupakan saluran pelatihan bagi guru untuk melaksanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan metode permainan. Pada bengkel Sagusapijar, para guru dikenalkan metode permainan dalam pembelajaran; membuat rencana permainan; membuat mainan; dan mendemonstrasikan permainan; serta menerapkan (melaksanakan) permainan tersebut di sekolah masing-masing. 
Penanggung jawab: Robie Ferli, S.Pd (Pontianak, Kalimantan Barat)

26. SAGUSAFIS (Satu Guru Satu Infografis)
Sagusafis adalah kanal yang memberi pelatihan kepada guru tentang bagaimana membuat infografis. Infografis adalah bentuk visualisasi data yang menyampaikan informasi kompleks kepada pembaca agar dapat dipahami dengan lebih mudah dan cepat. Bahwa manusia dapat jauh lebih cepat menangkap informasi yang disampaikan secara visual dibanding melalui teks.  Guru yang menggunakan infografis dalam pembelajarannya akan lebih menarik minat siswa untuk membaca. Menggunakan EDRAW MAX dan AKVIS SKETCH (offline), guru dibimbing membuat infografis, sehingga materi ajar akan lebih menarik. 
Penanggung Jawab: Nurliyanto (Sintang, Kalimantan Barat)

27. SAGUSAIMORAN (One Teacher Mastering the Learning Model)
Sagusaimoran melatih guru untuk menguasai model-model pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih berkualitas. Dalam lokakarya, para guru langsung diajak mempraktikkan model pembelajaran (simulasi) secara berkelompok. Ada 25 Metode / Model Pembelajaran yang meningkatkankan kepada guru, diantaranya picture and picture, market place activity, picture coment, STAD, galery walk, video coment, happy performance, numbered heads together, jigsaw dan lain-lain. 
Penanggung jawab: Khairil Muhammad Anwar, S.Pd.I, M.Pd. (Makassar, Sulawesi Selatan).

28. SAGUSAVID (Satu Guru Satu Video Inovasi Digital)
Sagusavid adalah sebuah kanal pelatihan berbasis IT yang menggunakan software pembuatan video. Pelatihan sagusavid memakai metode Luring dan Daring. Output dari kanal ini adalah menghasilkan video pembelajaran berupa video tutorial pembelajaran dan inovasi digital dalam pembelajaran berbasis IT. Sagusavid menggunakan Focusky (berbasis laptop) serta Videoshow dan kinemaster (berbasis smartphone). 
Penanggung Jawab: Tri Goesema Poetra, M.Pd. (Riau)

29. SAGUSABOLA (One Teacher One Academic Olympics)
Sagusabola melakukan pendalaman materi olimpiade akademik masing-masing bidang / mata pelajaran, secara pribadi sebagai persiapan Olimpiade Guru Nasional (OGN) serta untuk membimbing siswa dalam menghadapi Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan berbagai kompetisi akademik lainnya. Lebih umumnya sebagai ajang peningkatan penilaian solusi masalah dengan materi yang melibatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). 
Penanggung jawab: Tantan Sutandi Nugraha (Ciamis, Jawa Barat)

30. SAGUBERAKSI (Satu Guru Beragam Aplikasi Akuntansi)
Software aplikasi akuntansi yang diajarkan disekolah biasa hanya satu, sementara aplikasi akuntansi yang dipakai di dunia industri jumlahnya banyak dan beragam, akibatnya siswa akan kesulitan dalam bersaing di dunia kerja. Karena itulah Saguberaksi hadir untuk memberi pelatihan kepada guru akuntansi SMK dan guru ekonomi SMA tentang ragam aplikasi akuntansi yang berkembang saat ini. Harapannya guru dapat menguasai beragam aplikasi dan dapat membuat komparasi dari beberapa aplikasi tersebut dan dapat mengajarkannya kepada peserta didiknya. 
Penanggung jawab: Ekowanto, S.Pd. (Banten)

31. SAGUSATOR (One Teacher One Editor)
Pelatihan sagusator dilatarbelakangi dari banyaknya buku guru dalam daftar antrian editing disebabkan karena terbatasnya editor dan masih banyaknya isi buku tidak sesuai dengan kaidah penulisan yang selayaknya. Sagusator melatih guru tentang pengeditan naskah buku, lay out, pengurusan ISBN, design cover yang sesuai dengan kaidah penyuntingan, percetakan sehingga menghasilkan buku yang berkualitas. Kegiatan ini dapat diikuti oleh seluruh guru dari berbagai tingkat pendidikan bahkan perguruan tinggi. 
Penanggung jawab: Yosi Sandra, S.Pd. SAYA.

32. SAGUSAGU (Satu Guru Satu Lagu)
Kanal ini terinspirasi dari maraknya lagu-lagu yang tidak memiliki nilai edukasi untuk anak-anak, terlebih untuk anak sekolah dasar. Kanal Sagusagu menawarkan konsep agar setiap guru dapat membuat lagu sederhana, baik pembelajaran lagu, lagu anak-anak, lagu daerah, maupun menggubah lirik lagu yang sudah ada dengan lirik yang dibuatnya tanpa mengubah notasi lagu tersebut. Dengan adanya kanal ini, diharapakan guru-guru dapat membuat kumpulan lagu-lagu hasil karyanya sendiri. 
Penanggung jawab: Fathur Rahman, S.Pd (Mempawah, Kalimantan Barat)

33. SAGUBASWAY (Satu Guru Banyak Sway)
Sagubasway adalah gerakan untuk mendorong guru agar memiliki banyak media pembelajaran, presentasi media, dan media bercerita dengan Sway. Guru sekolah cara pembuatan sway, cara share, cara kerja kolaborasi. Dengan Sway, guru dapat menambahkan konten darimana saja dengan mudah, hemat waktu dan desain yang tersedia, serta dapat menyesuaikan secara dinamis sehingga terlihat menakjubkan di setiap layar, dapat dibawa dan diedit bersama dengan URL yang sederhana. 
Penanggung jawab: Tri Haryanto (Jawa Tengah)

34. SAGUSAPEN (Satu Guru Satu Cerpen)
Sagusapen melatih guru mahir membuat cerpen. Para guru guru langkah-langkah menulis cerpen mulai dari pengalaman pribadi, kisah orang-orang terdekat atau orang lain yang tidak ada hubungan keluarga sama sekali. Melalui Sagusapen kemampuan, semangat dan rasa percaya diri guru untuk menulis akan meningkat. Kemampuan guru menulis cerpen ini selanjutnya akan ditularkan kepada siswa sehingga guru dan siswa dapat menciptakan literad (kemampuan membaca, menyimak, berbicara dan menulis) lebih banyak terasah dengan menerbitkannya buku-buku karya guru dan siswa. 
Penanggung jawab: Misnawati (Bekasi, Jawa Barat)

35. SAGUABAD (Satu Guru Ahli Debat)
Kanal ini akan membahas Metode Debat Parlemen baik sebagai metode pembelajaran maupun sebagai bentuk perlombaan dalam NSDC & LDBI. Termasuk di dalamnya materi berfikir kritis, public speaking, metode debat parlementer Asia, debat parlementer Australia, sistem parlementer Inggris, metode penjurian, menyusun kurikulum Klub debat dan lain-lain. Kanal ini memberikan pemahaman teori maupun praktis bagi para guru agar mampu berargumen secara kritis, sistematis, ilmiah dan mampu menilai, mempelajari serta mengembangkan metode debat dan membentuk Klub debat di sekolah masing-masing. 
Penanggung jawab: Zakaria Akhmad (DI Yogjakarta)
 
36. SAGUKANAL (Satu Guru Satu Artikel Jurnal)
Sagukanal bertujuan membantu guru untuk menulis karya ilmiah. Kegiatan yang dikembangkan berupa KTI yang diawali dengan tindakan penelitian yang dikembangkan menjadi karya terbaik dan menjadi sebuah artikel ilmiah yang bisa dijurnalkan. Akhir dari kegiatan ini setiap karya tidak hanya bermanfaat bagi pemiliknya namun akan menjadi bagian dari publikasi ilmiah yang juga dapat dimanfaatkan oleh orang lain. Kegiatan ini dapat dilakukan secara tatap muka maupun dalam bentuk kelas maya. 
Penanggung jawab: Bambang Setiawan, (Bima, Nusa Tenggara Barat)

37. SAGUKAYA (Satu Guru Satu Kelas Maya)
Sagukaya adalah kanal pelatihan guru yg bertujuan melatih guru membuat dan mengelola kelas maya berbasis internet. Kelas maya adalah kelas yang diadakan tanpa tatap muka secara langsung antara pengajar dan yang diajar. Pengajar menyediakan sebuah forum kepada para penerima bahan ajar dan melakukan diskusi seperti kegiatan belajar mengajar di kelas konvensional. Kelas maya dapat mendukung pembelajaran di kelas konvensional serta sebagai alternative dalam meningkatkan pembelajaran kepada peserta didiknya. Menggunakan kelas maya Edmodo memungkinkan guru menaruh bahan ajar yang sangat berguna bagi siswa yang tidak masuk atau berhalangan saat melakukan tatap muka. Siswa bisa bekerja sama dengan siswa lain dalam grup kecil yang dibentuk oleh gurunya. Siswa bisa kembali kapan saja untuk mengulang materi yang diberikan gurunya, bahkan PR bisa diberikan melalui kelas maya ini.  
Penanggung jawab: Trival Setyadik, S.Pd (Kalimantan Barat)

38. SAGUBAQU (Satu Guru Metode Baca Al Qur'an)
Sagubaqu adalah program pembelajaran membaca al-Quran dengan menggunakan metode Tilawati (cepat, mudah dan menyenangkan). Ditunjang dengan sarana belajar yang lengkap, metode Tilawati ini bisa mencetak guru-guru al Quran yang siap belajar dan mengajar. Selanjutnya para guru ini bisa membiayai siswa / santri untuk belajar membaca al-Quran. 
Penanggung jawab: Margiyanto, M.Pd.I (Denpasar, Bali)

39. SAGUPEGTAS (Satu Guru Penggerak Integritas)
Sagupegtas adalah kanal pelatihan untuk membangun kerjasama dan mengerakkan guru-guru yang membentuk integritas di dunia pendidikan melalui pendidikan antikorupsi. Kanal Ini bergerak untuk menanamkan nilai-nilai integritas dan 9 pendidikan antikorupsi pada lembaga pendidikan, pemerintahan dan masyarakat. 
Penanggung jawab: Arbain, S.Si. M.Pd. (Pekanbaru, Riau)

40. SAGUWARNA (Satu Guru Satu Warisan Budaya Nasional)
Saguwarna adalah kanal pelatihan yang mengorganisir upaya pengintegrasian budaya dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Berdasarkan data BPS 2010, terdapat 1.211 bahasa daerah, 1.340 suku bangsa dan 300 kelompok etnik. Hal ini seharusnya berkorelasi positif terhadap banyaknya skenario pembelajaran yang mengintegrasikan budaya. Berdasarkan studi literatur (perbandingan dengan negara-negara lain seperti: Papua New Guinea, Australia, Hawaii, Amerika, India, atau Canada) integrasi budaya terhadap kurikulum yang dilakukan di Indonesia ternyata masih langka. Melalui saguwarna diharapkan diperoleh skenario pembelajaran berbasis budaya nasional dari berbagai jenjang, berbagai mata pelajaran yang nantinya dapat dijadikan referensi bagi semua pihak terkait, terutama guru, siswa atau sekolah. Produk akhir Saguwarna adalah lahirnya Ensiklopedia Skenario Pembelajaran Berbasis Budaya Nasional Indonesia. 
Penanggung Jawab: Chandra Sri Ubayanti (Fakfak, Papua Barat)

41. SAGUTAPE (Satu Guru Tiga Aplikasi Dalam Satu Excel)
Sagusate adalah kanal pelatihan guru untuk membuat tiga aplikasi berbasis excel yang terdiri dari soal, hasil, dan analisa. Ms. Excel adalah software yang sudah biasa dijumpai oleh para pengguna PC/laptop. Hanya dengan Ms.Excel, guru dapat membuat bahan ajar maupun penilaian. Jika konten sagutape sebagai bahan ajar mandiri, maka diperlukan satu sheet berupa materi ajar, tapi jika digunakan sebagai penilaian maka hanya terdiri dari soal, nilai dan analisis. Kekuatannya adalah tanpa software yang rumit, tanpa koneksi internet, dan isinya/soal bisa dari hasil copy-paste baik deskripsi maupun opsi soal. Konten Sagutape ini dapat dibuka baik dari laptop/komputer maupun android/smartphone. 
Penanggung jawab: Shahibah Sain (Poliwali Mandar, Sulawesi Barat)

42. SAGUSATA (One Teacher One Story)
Sagusata adalah program nasional IGPAUD dan merupakan pelatihan non IT bagi guru-guru PAUD di seluruh Indonesia. Kanal ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan mengasah potensi guru PAUD dalam membuat cerita bergambar bagi anak usia dini. Guru membuat gambar secara manual dan mewarnai gambar. Hasil karya guru PAUD kemudian dibuat dalam buku kumpulan cerita
bergambar untuk anak usia dini. Sagusata telah dilaunching di Kemendikbud pada tanggal 26 Agustus 2017, dibuka oleh Muh. Nuh (Kabid PAUD Kemdikbud). 
Penanggung jawab: Chustini (IGPAUD)

43. SAGUSENI (Satu Guru Seribu Soal Interaktif)
Saguseni adalah kanal pelatihan yang memfasilitasi guru dalam pembuatan soal berbasis Interaktif serta mengembangkan e-learning untuk mendukung dunia pendidikan. Didukung oleh software iSpring, guru dapat membuat soal dengan sangat mudah, variatif dan powerful. Bentuk soal yang dibuat bisa beragam pula seperti; true / false, multiple choice, multiple response, type in, matching, sequence, numeric, fill in blank, serta bentuk teks pilihan ganda.  
Penanggung jawab: Sutriyono (Jawa Tengah)

44. SAGUSAPOINTER (Satu Guru Satu Powerpoint Interaktif)
Sagusapointer adalah kanal pelatihan yang mengembangkan Ms.Powerpoint sebagai media pembelajaran. Microsoft Power Point merupakan perangkat lunak yang mudah dan sering digunakan untuk membuat media pembelajaran. Di dalam Ms. Powerpoint terdapat menu-menu yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengembangkan media pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif dan lebih menyenangkan. Penggunaan PowerPoint untuk media pembelajaran bersifat multimedia karena menggabungkan berbagai macam unsur media antara lain: teks, gambar (ilustrasi/foto), audio dan video serta adanya hyperlink antar slide. Sehingga media ini menjadi alternatif mudah bagi guru untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. 
Penanggung Jawab: Rica Susanti, M.Pd. (Palembang, Sumatera Selatan)

45. SAGUSATI (One Teacher One Interactive Test)
Sagusati adalah kanal yang melatih guru agar terampil membuat tes interaktif berbasis IT. Sagusati menggunakan aplikasi “I-SPRING SUITE8” yang dibuat dengan PC / Laptop, dan outputnya bisa melalui Smartphone, android dan PC / laptop. Tes interaktif ini akan memudahkan guru dalam melaksanakan tes / evaluasi; membantu guru dalam mengukur tingkat peningkatan proses pembelajaran; serta keunggulan keunggulan IT kepada peserta didik. 
Penanggung jawab: Harmoko Mustafa (Sidrap, Sulawesi Selatan)

46. ​​SAGUSATEG (Satu Guru Satu Teknologi Tepat Guna)
Sagusateg adalah program dari Ikatan Guru Mata Pelajaran Kimia (IGMP Kimia) untuk mengajak para guru membuat sebuah inovasi terbarukan (teknologi tepat guna) dalam bidang energi dan bidang sains lainnya.  Secara tidak langsung kanal ini membantu pemerintah dan masyarakat dalam menemukan inovasi-inovasi baru dalam teknologi ramah lingkungan dan terbarukan. Mengajak guru untuk peduli lingkungan, dan karya guru ini bisa masuk sebagai hasil karya inovatif guru untuk penilaian angka kredit guru. Guru dibimbing untuk mengeksplorasi inovasi-inovasi baru dibidang teknologi, membuat proposal penelitian, membuat laporan hasil penelitian, hingga dipublikasikan. 
Penanggung jawab: Zulfah Magdalena, M.Pd. (Balangan, Kalimantan Selatan)

47. SAGUSAGE (One Teacher One Geogebra)
Sagusage adalah kanal yang dikhususkan bagi guru matematika. Melalui kanal ini ingin mengajak seluruh guru matematika di Indonesia untuk memanfaatkan aplikasi geogebra sebagai alat bantu mengajar di kelas maupun mempersiapkan pembelajaran di kelas. Dengan aplikasi geogebra, guru matematika dapat membuat grafik 2D dan 3D serta membantu guru untuk menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran matematika. 
Penanggung jawab: Yoel Istiawanto (Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan)

48. SAGUSABBOOK (Buku Besar Satu Guru Satu)
Sagusabbook adalah kanal pelatihan bagi guru Sekolah Dasar dalam membuat Big Book serta cara terawat di dalam kelas. Big Book dibuat bergambar full color pada kertas A3. Buku besar ini dapat membantu guru untuk melatih siswa membaca dengan benar dan memahami bacaan. 
Penanggungjawab: Rohmawati (Sragen, Jawa Tengah)

49. SAGUSAMED (Satu Guru Satu Media Edukasi)
Sagusamed adalah saluran pelatihan IGI yang berfokus pada:
a) Melatih guru membuat media pembelajaran edukatif Non IT
b) Memberikan pelatihan dengan durasi waktu 2 (dua) hari tatap muka
c) guru layanan dengan media yang didapat menjadi media yang menyenangkan bagi siswa dan diharapkan akan menjadi pendukung dalam peningkatan hasil belajar siswa. 
d) Materi ulang media lama menjadi media baru dan menarik sesuai dengan kurikulum yang ada. 
e) Melatih guru menjadi kreatif terbatas keahlian di bidang IT dan terbatasnya jangkauan jaringan internet atau listrik. 
Penanggung jawab: Elly Yuliana (Kalimantan Barat)

50. SAGU MPI (Satu Guru Satu Media Pembelajaran Interaktif)
Sagusampi adalah kanal pelatihan untuk melatih guru membuat  media pembelajaran interaktif mempergunakan MS. Power Point. Produk dari pelatihan ini adalah CD Pembelajaran yang memuat panduan, kurikulum, materi, kegiatan, latihan, evaluasi, remidi dan pengayaan. CD pembelajaran ini nantinya dapat digunakan guru sebagai media pembelajara agar lebih menarik dan menyenangkan. Siswa pun akan lebih aktif dan responsif serta mudah dalam memahami pelajaran. 
Penanggung Jawab: Wayan Suwirya, S.Pd (Bali)

51. SAGUSAPIR (One Teacher One Mind Map)
Sagusapir melatih guru membuat konsep peta pikiran. Peta Pikiran sesuatu teknik grafis berbentuk peta pikiran yang bekerja sesuai prinsip manajemen otak dengan memberdayakan otak kanan dan otak kiri dimana terdapat kata kunci, gambar dan warna sehingga suatu informasi dapat dipelajari, diingat, dianalisa dan di keluarkan kembali dari otak secara cepat dan efisien. Sagusapir dapat membantu guru menggunakan peta pikiran di setiap awal pelajaran. Peta pikiran bisa diperuntukan pula untuk perencanaan berbagai aktifitas, gagasan, meringkas tulisan gaya baru dan keperluan presentasi hebat. 
Penanggung Jawab: I Gde Wayan Sudiarta, S.Pd. (Tabanan, Bali)

52. SAGUSAPOP (Satu Guru Satu Pola Kebiasaan)
Kanal ini mengasah kreatifitas para guru dalam mempacking pola habituasi (pembiasaan) dalam membangun karakter berbasis akhlak mulia. Direkam dengan android lalu didesain jadi video berbasis camtasia, videoscribe, atau vivavideo. Produk akhirnya adalah video habituasi akhlak mulia. 
Penanggung jawab: Asep Gunawan (Kuningan, Jawa Barat)

53. SAGUDISTRO (Satu Guru Satu Digital Storytelling)
Sagusdistro adalah kegiatan membuat media pembelajaran berbentuk cerita digital yang menarik, interaktif dan menyenangkan. Guru diajarkan memilih tema cerita, mengadakan riset sederhana tentang tema tersebut, menulis naskah skenario, dan mengembangkannya menjadi cerita yang menarik. Langkah-langkah tersebut kemudian dikombinasikan dengan berbagai jenis multimedia, termasuk gambar atau grafis berbasis komputer, rekaman audio, teks yang dibuat secara digital, video klip, serta music. Produk yang sudah jadi bisa diputar di komputer, diunggah ke website, sosial media, youtube, atau di “bakar” ke dalam kepingan Digital Video Disc (DVD). 
Penanggung Jawab: Sesep Ferdiansyah Syaiful Hijrah (Majalengka, Jawa Barat)

54. SAGUSAVPRES (One Teacher One Video Presentation)
Kanal ini mengenalkan sekaligus melatih guru-guru membuat video presentasi kekinian dengan sangat mudah. Dalam kisaran 32 jam pelatihan para peserta diyakini sudah bisa menghasilkan produk video presentasi. Video presentasi dibuat menggunakan powtoon, videoscribe, prezi, toontastic 3D dan screen o matic. Kelebihannya adalah style tampilan akan lebih kekinian, sesuai dengan gaya anak-anak sehingga lebih menarik.

Pemberi Kerja: Imran Rosyidi (Maros, Sulawesi Selatan)

55. SAGUSALAY (One Teacher One Display)
Sagusalay adalah kanal pelatihan bagi guru SD untuk terampil membuat display. Adanya display membuat pembelajaran menjadi lebih asyik dan menyenangkan. Display sebagai wadah untuk mengoptimalkan pengelolaan kelas dan sumber belajar dan sumber informasi. Terdiri dari dua jenis tampilan yakni display kelas (administratif) dan tampilan pembelajaran (mapel dan tematik). Sagusalay telah meningkatkan pada 6 kabupaten / kota di Sulawesi Selatan sejak 2016 sd 2017. 
Penanggung jawab: Rawiyah, M.Pd. (Makassar, Sulawesi Selatan)

56. SAGUSATEFA (Pabrik Pengajaran Satu Guru Satu)
Sagusatefa adalah kanal pelatihan yang berupaya membentuk mindset guru agar mempunyai sebuah produk yang dihasilkan dari kompetensi keahlian yang dimiliki.  Sebagai upaya pengembangan jiwa entrepreneurship di sekolah, maka guru dituntut untuk melakukan sinkronisasi dan implementasi kurikulum pembelajaran sesuai dengan kebutuhan industri. Selanjutnya Industri pasangan akan melakukan vokasi terhadap sekolah yang menerapkan pembelajaran teaching factory.  
Penanggung Jawab: Nur Rohman, S.Kom (Rembang, Jawa Tengah)

57. SAGUSACAT (One Teacher One Paint / Computer Assisted Test)
Kanal ini melatih guru agar mampu melahirkan produk evaluasi pembelajaran berbasis CAT, baik secara daring (online) maupun luring (offline). Produk evaluasi pembelajaran ini bisa menjadi karya inovasi guru dan bisa dipublikasikan ke media massa sebagai sebuah pengalaman atau berbentuk tutorial penggunaan berbagai software (Windows dan Android) evaluasi pembelajaran. Setiap guru diwajibkan menguasai teori evaluasi pembelajaran hingga penggunaan praktis berbagai software berbasis CAT (Computer Assisted Test). Minimal menguasai Wondershare Quiz Creator yang berjalan pada platform microsoft windows secara offline maupun online Serta CAT berbasis android yang bisa diakses secara online via smartphone. 
Penanggung jawab: Ode Abdurrahman (Maluku)

58. SAGUSALIST ((One Teacher One Audio Listening)
Sagusalist adalah kanal pelatihan guru untuk membuat audio listening (native speaker) dengan menggunakan aplikasi text aloud dan voices. Audio listening ini digunakan untuk pembelajaran listening, test listening, dan content MPI. 
Penanggung jawab: Joko Susilo (Klaten, Jawa Tengah)

59. Maluku Belajar
Maluku Belajar adalah wadah belajar, berbagi, dan diskusi bersama serta sosialisasi dalam jaringan. Digagas untuk memenuhi kebutuhan dan tak terkalahkan dengan waktu guru-guru di wilayah Timur Indonesia. Format belajar Maluku dengan bentuk konferensi video menggunakan webex selama pukul 20.00-22.00 WIT. 
Penanggung jawab: Yandri. S (Maluku).

60. SAGUSANTRI (Satu Guru Satu Animasi 3D)
Kanal ini mengajarkan guru untuk  mampu membuat animasi 3D sebagai media pembelajaran. Animasi tiga dimensi sangat penting untuk mensupport pembelajaran agar lebih riil. Dengan animasi, guru akan lebih mudah menjelaskan pembelajaran secara lebih gamblang. Dengan media ini guru juga bisa membuat simulasi cerita maupun profil atau fitur sebuah benda tiruan di dalam layar komputer. Menggunakan Muvizu, Blender, Toontastic dan lainnya, guru dapat membuat animasi 3D pada materi pelajarannya sehingga mempunyai daya tarik tersendiri bagi peserta didik. 
Penanggung Jawab: Mampuono (Semarang, Jawa Tengah)

61. SAGUSALIN (One Teacher One Application Articulate Storyline)
Pelatihan guru agar mampu membuat media pembelajaran menggunakan aplikasi articulate storyline dengan hasil akhir aplikasi Android. Alat penulisan aplikasi ini sangat mudah digunakan karena tanpa memerlukan penguasaan bahasa pemrograman. Produk akhirnya berupa media interaktif berbasis android atau desktop dengan animasi, simulasi, penggemar, interaktivitas, survei, dan segala perlengkapan yang digunakan untuk implementasi pembelajaran berbasis TIK.  
Penanggung jawab: Mampuono (Jawa Tengah), dan Adri Pranoto Edy (Sidoarjo, Jawa Timur)

62. SAGUBAIB (Pemecah Es Satu Buku Satu Buku)
Sagusaib adalah kanal pelatihan yang berisi berbagai macam ice breaking. Ice breaking berguna untuk membantu para pendidik menciptakan kondisi belajar yang menggairahkan peserta didik. Out put dari pelatihan ini adalah peserta dapat menciptkan berbagai macam Ice breaking dalam pembelajaran, serta menyusunnya menjadi buku lengkap dengan videonya. 
Penanggung jawab: Widadi Muslim, M.Pd. (DKI Jakarta).

63. SAGUSPEDA (Satu Guru Satu Papan Digital)
Guru dilatih untuk membuat papan digital online yang interaktif dengan bantuan Padlet. Padlet adalah sebuah situs internet yang memungkinkan Anda dan para pengguna lainnya untuk berkolaborasi teks, foto, tautan atau konten lainnya. Masing-masing ruang kolaboratif ini disebut "wall" (dinding) yang dapat digunakan sebagai papan buletin pribadi. Para guru dan perusahaan umumnya menggunakan Padlet untuk mendorong percakapan dan tukar pendapat multimedia yang kreatif. Padlet sudah tersedia dalam versi Android sehingga lebih fleksibel dalam aplikasinya di kelas. Secara umum padlet dapat digunakan untuk pembelajaran kolaboratif, selain itu bisa digunakan untuk melakukan brainstorming ide dari kelas, menyusun penelitian tentang suatu topic, mengukur pemahaman tentang suatu topic, menguji pengetahuan siswa, mengelola link website, serta berbagi informasi kepada audiens. 
Penanggung jawab: Made Mahendra Eka Purusa (Singaraja, Bali)

64. SAGUBEREN (Satu Guru Berjiwa Enterpreneur)
Kanal ini melatih guru untuk mengembangkan jiwa pengusaha. Setiap guru sejatinya adalah seorang Entrepreneur. Ada dua hal yang mendasarinya, pertama Guru memiliki situasi yang sama seperti seorang Entrepreneur, eksperimen penerapan berbagai pendekatan metode pembelajaran bagi semua peserta didik. Kedua, guru yang memiliki kegigihan yang sama dengan seorang Entrepreneur, yang terus belajar dan berusaha melakukan perbaikan. 
Penanggung Jawab: Rahmat Sentana (Cimahi, Jawa Barat)

65. SAGUSAPER (Satu Guru Satu Alat Belajar)
Sagusaper adalah kanal yang mengajak guru untuk secara mandiri menyusun perangkat pembelajaran agar pembelajaran dapat berjalan maksimal. Dengan menyusun sendiri perencanaan pembelajarannya, maka guru tidak akan menulis apa yang sekiranya tidak dapat ia lakukan pada kegiatan PBM di kelas. RPP maupun perangkat pembelajaran lainnya bukan seremonial dan bahan supervisi bagi pengawas saja, namun menjadi langkah nyata dalam mendidik. 
Penanggung jawab: Sumiati (Makassar, Sulawesi Selatan)

66. SAGUDIHATI (Satu Guru Mendidik Dengan "Hati”)
Sagudihati merupakan kanal pelatihan softskill guru Indonesia mendidik dengan "hati" dengan pola in-on-in 32 jam. Arah pelatihan ini adalah meneguhkan hati bahwa profesi guru sebagai kendaraan menuju kebahagiaan ukhrawi; komitmen bagaimana bagaimana beradab kepada diri sendiri, peserta didik dan selama proses pembelajaran yang lebih religius dan humanis; serta komitmen untuk menerapkan konsep mendidik dengan “HATI” dalam proses pembelajaran. Kanal pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi spiritual dan sosial guru, sehingga kualitas pembelajaran akan lebih religius dan humanis. 
Penanggung jawab: Nurkholis, M.Th.I (Surabaya, Jawa Timur)

67. SAGUSAPLET (Satu Guru Satu PADLET Pembelajaran)
Kanal ini memberi keterampilan pada guru bagaimana memanfaatkan padlet sebagai cara mudah dalam bekerja kelompok secara online. Sehingga memudahkan guru dalam menerapkan model pembelajaran, memberikan pelayanan autentik terhadap pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta didik. Dengan padlet, proses belajar mengajar akan lebih aktif, interaktif, inovatif dan menyenangkan. Peserta didik juga akan siap menghadapi tantangan global dengan memanfaatkan TIK dalam pembelajaran. 
Penanggungjawab: Kasman